Cara mengatasi susah bab pada balita

Bookmark and Share

Susah bab? Uh…, sungguh tidak enak. Tak heran, bila sikecil jadi rewel. Sudah berusaha habis-habisan, kotoran yang keluar bentuknya keras dan ukurannya kecil. Anus bisa menjadi lecet dan mengeluarkan darah karena iritasi.

Mungkin anak anda susah bab atau sembelit ada penyebabnya. Sebenarnya apa yang membuat anak anda susah bab? Selama ini diketahui, balita yang mendapat air susu ibu (asi) jarang sekali mengalami susah bab. Hal ini antara lain karena ASI mengandung enzim-enzim yang bisa membantu proses pencernaan. Kotoran yang keluar pun hampir selalu lunak.

Nah, balita-balita yang mendapat susu formula, cendrung mengalami susah bab. Penyebabnya antara lain karena susu sapi mempunyai komponen yang berbeda dengan ASI. Misalnya saja , susu sapi memiliki protein kasein yang lebih tinggi. Sebagai informasi, kasein adalah bagian yang paling sulit dicerna usus manusia. Apalagi bagi balita yang fungsi enzim dalam pencernaannya belum optimal, sehingga sulit baginya untuk mencerna bahan-bahan yang terkandung dalam susu sapi.

Pada anak yang lebih besar, bisa jadi susah bab disebabkan makananya yang kurang serat dan kurang cairan. Selain itu, susah bab juga bisa terjadi bila ia kurang gerak badan, atau sering menahan bab.

Sebelum anak bisa berbicara, sulit baginya untuk mengatakan kalau ia susah bab. Untuk itu, anda harus peka mengenali beberapa gejalanya. Gejala susah buang air :
  • frekuensi bab berkurang, misalnya sudah lebih dari 3 hari tidak bab.
  • anak jadi rewel, tegang dan sering menangis, mimik wajah anak memerah dan menegang saat berusaha sekuat tenaga mengeluarkan kotorannya. Tak jarang perjuanganya ini diiringi oleh tangisan, karena rasa sakit yang mendera.
  • adanya benjolan di perut kiri bagian bawah yang merupakan kumpulan tinja. Kotoran yang tidak dikeluarkan bisa menumpuk dan menyumbat usus bagian bawah. Bila berlansung lama, kotoran bisa membusuk. Akhirnya, kuman muncul dan terjadi radang usus.

Bila sudah terjadi susah bab, anda dapat mengatasi dengan melakukan :
  1. Pada balita, tekukkan kedua pahanya ke arah perut. Tindakan ini akan meningkatkan tekanan di dalam perut, dan menyebabkan kotoran terdorong keluar.
  2. Untuk merangsang rasa ingin bab pada balita, lakukan pijatan dibawah pusar secara lembut dan konstan selama kurang lebih 3 menit.
  3. Pada anak yang lebih besar, beri buah atau jus buah yang mengandung serat tinggi, misalnya prune atau pepaya.
  4. BIla segala cara sudah dicoba namun tetap tak berhasil, segera kedokter untuk evaluasi lanjut apakah ada penyebab yang lain.
  5. Jangan mundah memberikan pencahar tanpa mengetahui penyebab susah babnya.


Bila anda ingin sikecil terhindar dari susah bab, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan.
  • jika anak masih balita, berikan ASi eksklusif sampai ia berusia 6 bulan.
  • apabila si kecil terpaksa mengonsumsi susu formula, berkonsultasilah pada dokter anak agar dapat memilih susu formula yang tepat.atau sehabis minum susu formula anda bisa memberikan air putih 
  • bagi anak yang lebih besar, biasakan mengonsumsi makanan yang cukup serat, seperti buah-buahan dan sayuran
  • bila anak telah dapat duduk sendiri, mulailah dilatih bab secara teratur, misalnya sebelum mandi pagi.
  • berikan air putih dalam jumlah cukup. Air putih berfungsi melunakan kotoran agar mudah dikeluarkan.


Demikian tips mengatasi sulit bab semoga bermanfaat buat anda semua.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar